Laman

Minggu, 07 Agustus 2016

The Franchise Finally Collide Itself.

How’s it goin peeps? Welcome to my blog.

Sebelum kembali terjun ke dunia perkuliahan, tidak ada salahnya untuk bernostalgia kembali duduk di salah satu bioskop di Palembang (walaupun sebenarnya ga ada bedanya dengan bioskop di kota lain). Dan kali ini akhirnya setelah 4 tahun, muncullah sequel—yang katanya—akhir dari installmentnya yaitu..

ICE AGE 5: COLLISION COURSE

Penutupan yang kurang sempurna, tapi cukup memuaskan. Sebuah kalimat yang bisa saya simpulkan dari salah satu franchise animasi tersukses di jagat box office Hollywood ini. Seperti sudah merupakan suatu kewajiban bagi sineas yang mendapat grossing filmnya menguntungkan, sequel menjadi sebuah janji yang harus ditepati. Namun, tantangan barulah dimulai ketika tiba di permasalahan konsep inti cerita, contohnya Ice Age yang seiring rilisnya sequel-sequel baru semakin kehilangan arti dari judul sesungguhnya.

Tidak berlebihan jika saya menyebutnya mindblow, bagaimana tidak? Mari kita tengok predecessornya, kembali ke tahun 2002 dimana film 3D animasi merupakan sajian segar dan tahun pertama kategori ini masuk Oscar (yang akhirnya dimenangkan oleh animasi spoof “SHREK”) Ice Age dianggap menarik karena menyajikan film keluarga fabel dengan sudut pandang baru, I mean like really, who’s not interested about creatures in age of Ice? Dan karena terobosan ini tidak lah heran Rotten Tomatoes memberikan rating sebesar 77%. Jalan ceritanya dianggap menarik dan moral value yang ingin disampaikan bagus untuk keluarga. Bercerita tentang sekumpulan hewan purba (Manny, Sid, dan Diego) yang bertugas mengembalikkan anak manusia yang pada akhirnya masing-masing dari mereka menemukan jati diri mereka. Peeps seharusnya sudah pernah nonton di TV lokal karena diulang-ulang tiap minggu. 

206 juta USD yang dihasilkan  menjadi sinyal kuat untuk film kedua setelah film pertamanya sukses. Dan Blue Sky Studios semakin bersyukur karena raupan untuk film keduanya ternyata menjadi dua kali lipat, that is Ice Age 2: The Meltdown, film ini bercerita saat es-es pada masanya akhirnya mencair dan sekumpulan hewan purba tersebut harus mengungsi ke sebuah ark agar terhindar dari banjir massif yang diakibatkannya. Di sini saya sudah berpikir maybe this is it, the ice finally meltdown, they’ll got no more installments. But turns out, they were! Kesuksesan besar dari film kedua karena humor dan makna cerita kekeluargaannya dengan memperkenalkan karakter baru (Ellie, Crash, dan Ed) berhasil memberikan rute baru bagi franchise ini, and I admit ada titik cukup mengharukan ketika Manny menyelamatkan Ellie. Dan Blue Sky Studios akhirnya menyetujui installment ketiganya, Ice Age 3: Dawn Of The Dinosaurs. And this is the point your’re about to say:

WHAT THE FUCK?!

Ya, inti cerita dari film ketiga ini tidak lain adalah penyelamatan Sid ketika ia diculik oleh seekor dinosaurus, ya dinosaurus! Dan hebatnya, mereka hidup di bawah tanah! Mindblow, isn’t it? Semua orang setuju apapun bisa terjadi di kartun. Dan kali ini mereka menitik beratkan inti cerita pada sesuatu yang tidak biasa. And for me, I was very excited. So does everyone. Tidak heran juga grossing worldwide film ketiga ini menyentuh angka 800 juta USD! 

Sineas film Ice Age tentu menari gembira atas keberhasilannya. Tak tanggung-tanggung tiga tahun kemudian secara gamblang installment keempatnya diluncurkan. Untuk meramaikan film ini pun diundang juga selebriti papan atas sebagai pengisi suaranya, sebut saja Drake, Nicki Minaj, dan tentunya Jennifer Lopez. Ice Age 4: Continental Drift, teori geografi bahwa lempeng bumi bergerak secara perlahan dipatahkan oleh aksi konyol Scrat dalam film keempat ini. Film ini bisa dikatakan sukses secara komersial, karakter baru yang sukses menggelitik, visual yang berkembang, dan tentu saja alunan soundtrack pas yang disusun oleh komposer terkenal, John Powell. Pundi-pundi uang yang dihasilkan secara worldwide pun melimpah sama seperti installment sebelumnya. Tetapi secara domestic, grossing film ini menurun cukup signifikan. Dan tidak hanya itu, para kritikus juga telah memberikan lampu kuning pada franchise ini. Dari rotten tomatoes, film keempat ini turun 40% dari film pertamanya. Cinemascore memberikan A- bahkan sejak film ketiganya. Yes this is the point where the installment start to stimulate the self-collision.

And here we are, Ice Age 5: Collision Course. Seakan subjudulnya sudah mencerminkan nasib franchise ini. And honestly peeps, saya sendiri tidak kecewa dengan film kelima ini, sama sekali tidak. Saya adalah fans frachise ini dari film keduanya dan penasaran bagaimana akhirnya. Sebenarnya tidak buruk, tapi sayangnya film ini babak belur baik dari kritikus maupun audience. Rotten tomatoes (dengan hati batunya) cuma sumbang 12% untuk film ini. IMDB yang notabene siapapun bisa kasih rating pun cuma kasih 5,8 dari 10 dan terus menurun seiring waktu.

Seakan tidak cukup dengan konsep film sebelumnya tentang terbentuknya susunan benua bumi, di film kelima ini ternyata tata surya kita dan rotasi planet pun terjadi karena ulah konyol nan gila Scrat si tupai purba. What?! Pertama kali saya dengar poin film kelima ini pun saya berpikir, “are they seriously going to make this?”. Jika dipikir-pikir kembali ada gaphole yang cukup besar.

KEMANA MANUSIA DI FILM PERTAMA?? WASN’T IT SUPPOSED TO BE ABOUT ICE AGE?!

Secara teori, di film mereka pasti sudah mati karena pergeseran lempeng bumi di film keempat, eh alih-alih malah film ini memunculkan dinosaurus. Mindblow again, karena itu lah kritikus mengatakan film ini cuma cocok untuk anak balita. Dan para kritikus juga tidak sepenuhnya salah. Kadar humor di film kelima jelas berkurang, hanya sesekali yang menggelitik dari tingkah Granny, Scrat yang biasanya konyol pun hanya cukup berhasil mengundang tawa dari anak umur empat tahun, kemunculan karakter baru seperti Julian—yang diisi oleh Adam Devine yang namanya naik setelah Pitch Perfect—dan Shangri Illama pun tidak menyelamatkan film ini. Secara sinematik, franchise ini mengalami kemunduran yang nyata. Apakah nasib franchise di mata kritikus selalu seperti ini? Film penutup yang selalu menghancurkan garis finish? Saya harap hal itu tidak terjadi pada How to Train Your Dragon.

Namun pada akhirnya menurut saya film Ice Age: Collision Course ini tidak terlalu buruk, pertanyaan-pertanyaan dalam benak saya tentang bagaimana mereka menyelesaikan masalah utama terjawab dengan cukup masuk akal, maksud saya, pasti tidak mudah menyelesaikan konflik global yang tak masuk akal seperti meteor jatuh. Moral film tentang kekeluargaan yang selalu dielu-elukan sejak film pertamanya pun berlangsung dengan baik. Meski agak dipaksakan, tapi konflik keluarga Manny, Ellie, dan Peach—anak mereka--(yang selama ini selalu menjadi bumbu dari konflik utama pada film-film sebelumnya) memiliki ending yang cukup rapi. Dan tentu saja syarat utama film animasi, yaitu visual, terbilang memukau dan halus untuk menutupi kekurangan lain film ini. Penampilan Jessie J sebagai soundtrack film ini pun juga cukup menyeimbangkan goyahnya Ice Age 5 (walau menurut saya masih jauh di bawah Shakira di film Zootopia). Dan kembali karena saya sudah terlanjur menjadi fans untuk franchise ini, saya tetap menarik diri ke bioskop meski setelah membaca kritik-kritik pedas yang menggoyahkan niat. Pada akhirnya, jika peeps adalah fans film ini dan penasaran bagaimana penutupan installmentnya, silakan masuk ke studio, namun jika peeps adalah orang awam yang mengharapkan animasi kocak ala Dreamworks atau drama ala Pixar, silakan pindah ke studio lain dan nonton film lain seperti Suicide Squad. (wait, they have pretty bad reception too?)

Dan masukan saya untuk para sineas Blue Sky Studios (tho they’ll never read this anyway). Tolong cukupkan dulu dengan Ice Age. Mungkin bisa kembangkan sequel-sequel berpotensi lain seperti Rio atau Horton. Karena apa lagi konsep aneh yang mau kalian berikan pada Ice Age selanjutnya, “Ice Age: The Creation of Universe” maybe. Dan kalaupun mau ada sequel selanjutnya tolong ceritakan nasib manusia di film pertama, mungkin si anak sudah dewasa(?) Of course we will be pleased to see that.

And that’s it peeps. Thanks for stopping by. Have a wonderful day, stay awesome B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar