Laman

Selasa, 06 September 2016

Quadruple Star Triple Funny.

How’s it goin peeps? Welcome to my blog.

Well it’s been a while. Sebenarnya hari ini saya tidak lagi kepingin menulis sesuatu tentang film, karena baru-baru ini belum ada film yang menarik perhatian saya. Kalaupun ada. jadwal sayalah yang kurang mendukung untuk beranjak ke bioskop. Contohnya film The Shallows yang diperankan oleh Blake Lively. Ketika harinya tiba untuk bisa ke bioskop, film itu ternyata sudah ditarik dari penayangan. Jadi apa yang saya tulis?

Sebetulnya kemarin saya hanya sedang browsing tentang film-film 2016 di internet ketika saya menemukan sebuah film ‘nyeleneh’ yang tidak ditayangkan di layar tanah air. Saya pun memutuskan untuk iseng menontonnya. Ini dia..

POPSTAR NEVER STOP NEVER STOPPING


Padahal rasanya tidak ada hal yang terlalu spesial. Promosi film ini tidak terdengar ke telinga saya sebelumnya—mungkin juga karena kegaptekan saya. Pertama saya melihat posternya bahkan saya kira ini adalah film biografi penyanyi. Dari segi jalan cerita pun film ini alurnya sangat mudah ditebak. Tapi entah kenapa film produksi rumah studio Universal yang satu ini mampu membuat saya terpingkal-pingkal saat menyaksikannya. Saya tepuk tangan film ini mampu mengemas kemasan yang unik dan menghibur di waktu kurang dari 90 menit. Dengan yang waktu cukup singkat, film ini berhasil menjadi penyegar di tengah kepadatan rutinitas sehari-hari.

Bercerita tentang seorang popstar beraliran rap bernama Conner (Andy Samberg) yang di tengah kepuncakan karirnya, merilis album kedua yang karena keputusan cerobohnya malah sebaliknya menjatuhkan popularitasnya. Conner harus melakukan apapun untuk meningkatkan popularitasnya termasuk baikan kembali dengan boyband yang pernah ditinggalkannya. Ya, mudah sekali ditebak ke mana endingnya, ala ala Pitch Perfect yang juga diproduksi oleh Universal. Tapi jika saya kategorikan, film ini hampir setara dengan film-film kocak “American” yang nyeleneh seperti film-film Seth Rogen: This Is the End, The Interview, Neighbors, atau film The Dictator. Tapi saya kurang suka dengan film-film seperti itu karena terkesan menjijikkan.

Tapi tidak bagi Popstar Never Stop Never Stopping, meski dipenuhi dengan language-violence dan satu adegan kurang senonoh—yang membuatnya wajar tak tayang di layar teater kita—film ini berhasil menyindir kehidupan industri musik yang terjadi saat ini. Sentilan-sentilan nya menggelitik dan moral value tentang persahabatannya cukup melegakan. Tidak heran karena film ini disutradarai sekaligus diperankan oleh anggota The Lonely Island, grup trio sejoli yang cukup tersohor di negeri paman Sam sana. Saya sendiri cuma tahu satu lagunya yang menjadi soundtrack The Lego Movie: “Everything Is Awesome.”




Dan tidak heran juga yang menjadi keunggulan film ini adalah musik yang dihadirkan. Tiap lagu yang dimunculkan tidak hanya enak didengar, tapi juga benar-benar kocak. Liriknya betul-betul tidak tanggung-tanggung menyindir. Akting para pemain juga pas mengocok perut, mengingat aktor-aktor utama memang terkenal sebagai komedian. Dan tidak sampai situ aja, yang membuat film ini makin benar-benar menarik adalah dihadirkannya deretan cameo star sesungguhnya, sebut saja Snoop Dog, 50 Cent, Ringo Starr, Carrie Underwood, Mariah Carey, Usher, Simon Cowell, Akon, dan Pharrel Williams. Dan lagi-lagi tak cukup hanya menjadi cameo, artis seperti Adam Levine, P!nk, Justin Timberlake, dan Michael Bolton juga ikut mengisi lagu yang dihadirkan, melengkapinya menjadi sempurna. Terciptalah film yang refresehingly funny dengan kemasan editing yang klop dengan semua elemen hingga bisa dibilang Popstar Never Stop Never Stopping adalah sajian kekinian yang menghibur.



And that’s it peeps. Thanks for stopping by. Have a wonderful day, stay awesome B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar