How’s it goin peeps?
Welcome to my blog.
Well it’s been a while. Sebenarnya
hari ini saya tidak lagi kepingin menulis sesuatu tentang film, karena
baru-baru ini belum ada film yang menarik perhatian saya. Kalaupun ada. jadwal
sayalah yang kurang mendukung untuk beranjak ke bioskop. Contohnya film The
Shallows yang diperankan oleh Blake Lively. Ketika harinya tiba untuk bisa ke
bioskop, film itu ternyata sudah ditarik dari penayangan. Jadi apa yang saya
tulis?
Sebetulnya kemarin saya
hanya sedang browsing tentang film-film 2016 di internet ketika saya menemukan
sebuah film ‘nyeleneh’ yang tidak ditayangkan di layar tanah air. Saya pun
memutuskan untuk iseng menontonnya. Ini dia..
Padahal rasanya tidak ada
hal yang terlalu spesial. Promosi film ini tidak terdengar ke telinga saya
sebelumnya—mungkin juga karena kegaptekan saya. Pertama saya melihat posternya bahkan
saya kira ini adalah film biografi penyanyi. Dari segi jalan cerita pun film
ini alurnya sangat mudah ditebak. Tapi entah kenapa film produksi rumah studio Universal
yang satu ini mampu membuat saya terpingkal-pingkal saat menyaksikannya. Saya
tepuk tangan film ini mampu mengemas kemasan yang unik dan menghibur di waktu
kurang dari 90 menit. Dengan yang waktu cukup singkat, film ini berhasil
menjadi penyegar di tengah kepadatan rutinitas sehari-hari.
Bercerita tentang seorang
popstar beraliran rap bernama Conner (Andy Samberg) yang di tengah kepuncakan
karirnya, merilis album kedua yang karena keputusan cerobohnya malah sebaliknya
menjatuhkan popularitasnya. Conner harus melakukan apapun untuk meningkatkan
popularitasnya termasuk baikan kembali dengan boyband yang pernah ditinggalkannya.
Ya, mudah sekali ditebak ke mana endingnya, ala ala Pitch Perfect yang juga
diproduksi oleh Universal. Tapi jika saya kategorikan, film ini hampir setara
dengan film-film kocak “American” yang nyeleneh seperti film-film Seth Rogen:
This Is the End, The Interview, Neighbors, atau film The Dictator. Tapi saya kurang
suka dengan film-film seperti itu karena terkesan menjijikkan.
Tapi tidak bagi Popstar Never Stop Never Stopping, meski dipenuhi dengan language-violence dan satu
adegan kurang senonoh—yang membuatnya wajar tak tayang di layar teater kita—film
ini berhasil menyindir kehidupan industri musik yang terjadi saat ini.
Sentilan-sentilan nya menggelitik dan moral value tentang persahabatannya cukup
melegakan. Tidak heran karena film ini disutradarai sekaligus diperankan oleh
anggota The Lonely Island, grup trio sejoli yang cukup tersohor di negeri paman
Sam sana. Saya sendiri cuma tahu satu lagunya yang menjadi soundtrack The Lego
Movie: “Everything Is Awesome.”
Dan tidak heran juga yang
menjadi keunggulan film ini adalah musik yang dihadirkan. Tiap lagu yang
dimunculkan tidak hanya enak didengar, tapi juga benar-benar kocak. Liriknya
betul-betul tidak tanggung-tanggung menyindir. Akting para pemain juga pas
mengocok perut, mengingat aktor-aktor utama memang terkenal sebagai komedian. Dan tidak sampai situ aja, yang membuat film ini makin benar-benar menarik
adalah dihadirkannya deretan cameo star sesungguhnya, sebut saja Snoop Dog, 50
Cent, Ringo Starr, Carrie Underwood, Mariah Carey, Usher, Simon Cowell, Akon, dan
Pharrel Williams. Dan lagi-lagi tak cukup hanya menjadi cameo, artis seperti
Adam Levine, P!nk, Justin Timberlake, dan Michael Bolton juga ikut mengisi lagu
yang dihadirkan, melengkapinya menjadi sempurna. Terciptalah film yang refresehingly
funny dengan kemasan editing yang klop dengan semua elemen hingga bisa dibilang
Popstar Never Stop Never Stopping adalah sajian kekinian yang menghibur.
And that’s it peeps. Thanks for stopping by. Have a
wonderful day, stay awesome B)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar